Ada cukup banyak umat Katolik mengeluh soal ditutupnya gereja-gereja dan ditiadakannya perayaan ekaristi baik di gereja maupun di lingkungan akibat penyebaran COVID-19. Namun sadar atau tidak, sesungguhnya ada hikmah berlimpah di balik situasi pandemi seperti ini, serta satu hal yang harus terus diyakini bahwa sesungguhnya Tuhan selalu hadir dan menyertai umat-Nya. Dengan situasi ini umat Katolik tertantang untuk terus mengalami kehadiran Tuhan dan menemukan cara untuk mengasihi dan melayaniNya dalam diri sesama, baik yang ada di sekitar maupun di tempat yang jauh.

Di satu sisi, pandemi ini bisa menghantar orang pada sikap acuh tak acuh, individualis, menyembunyikan diri, cari aman atau bahkan menyerah dan putus asa. Namun di lain sisi, pandemi ini menjadi peluang untuk terus berkarya kreatif, menggunakan tenaga, waktu, jejaring sosial dan segala yang dimiliki tidak hanya untuk mempertahankan hidup, tetapi juga untuk berbagi hidup dengan sesama, tentunya dengan terus berwaspada dan mengikuti protokol kesehatan. Ada banyak hal positif yang bisa dibuat apalagi dengan didukung oleh segala kemajuan teknologi dan sarana prasarana. Selama masa pandemi ini, misalnya, para Postulan Kongregasi Redemptoris di Waingapu secara rutin menyumbangkan darahnya dalam kegiatan donor darah yang diselenggarkan oleh pihak RSUD UMBU RARA MEHA, Sumba Timur dan  MPA (Mitra Perempuan dan Anak).

Seperti diketahui Bank Darah RSUD Umbu Rara Meha,  demikian halnya dengan rumah sakit lain di Sumba, masih mengalami kesulitan untuk menyediakan darah bagi para pasiennya. WA atau SMS berantai yang berisi permintaan untuk mendonorkan darah sering beredar luas di masyarakat. Pada musim pandemi seperti ini apalagi dengan ancaman demam berdarah, tentu kebutuhan darah terus meningkat. Pada kesempatan donor darah kedua, yang berlangsung kemarin (18/2), enam orang postulan, dan direkturnya, Pater Ofan Rowa, bersama para pendonor lainnya, menyumbangkan 22 kantong darah. Golongan darah (Golda) O : 12 kantong, Golda AB : 1 kantong. Golda B : 5 kantong, dan Golda A : 4 kantong. Pihak RSUD, lewat dr. Maria Hera sangat berterimakasih atas kegiatan ini dan berharap akan menjadi kegiatan rutin yang juga ‘ditularkan’ kepada semakin banyak orang. Setelah donor, dr. Maria mengatakan, “Adik-adik postulat, tekanan darah dan HB-nya bagus, tidak ada anemia. Setelah discreening, covid-19, hepatitis B, hepatitis C, sifilis dan HIV semuanya non reaktif.” Ternyata, dengan donor darah, orang bisa mengecek kondisi kesehatan, sambil menyelamatkan sesama yang menderita. Orang bisa membantu menyelamatkan dunia yang terluka; suatu bentuk kepedulian dan solidaritas kemanusiaan yang bisa dilakukan oleh semua warga yang berusia 17 – 60 tahun. Ini mengingatkan kita bahwa Tuhan Yesus sendiri pernah menjadi manusia, menyerahkan tubuh dan darahNya sebagai tebusan bagi banyak orang. Mari terus berbagi dan berbuat baik sebagai kenangan akan Tuha (Luk.22:19), sehingga kehadiranNya terus dirasakan, bahkan dalam situasi pandemi. DO THIS IN MEMORY OF ME. (PD).