Samoa adalah sebuah negara di Samudra Pasifik bagian Selatan. Samoa termasuk ke dalam negara dengan wilyah terkecil di dunia. Negara ini berbatasan dengan Fiji, Tonga dan Vanuatu. Di negara ini pulalah para Redemptoris bermisi.

Kongregasi Redemptoris hadir lagi (misi kedua) di Keuskupan Agung Samoa-Apia pada tahun 2013 melalui dua misionaris dari Indonesia setelah para misionaris Redemptoris dari Regio Aotearoa-New Zealand meninggalkan Samoa pada tahun 1989. Kehadiran para misionaris Redemptoris kedua kalinya di Keuskupan Agung Samoa ini adalah berkat kerja sama antara Propinsi Redemptoris Indonesia dan Regio Aotearoa-New Zealand yang sekarang telah bergabung menjadi satu Propinsi Redemptoris Oceania. Redemptoris Propinsi Oceania memfasilitasi karya misi ini dan Redemptoris propinsi Indonesia menyiapkan tenaga misionaris. Di Keuskupan Agung Samoa-Apia, para misionaris Redemptoris dipercayakan untuk menangani wilayah Aleipata, mula-mula dengan 3 paroki kemudian menjadi 4 paroki pada pada tahun 2018. Jarak dari Aleipata ke Apia (ibukota Negara Samoa) ditempuh kurang lebih 1 jam perjalanan dengan kendaraan.

Ptr. Remi berpose bersama umat Allah Samoa

Medan pastoral di Samoa tidak sesulit di Indonesia. Jarak antara paroki yang satu dengan yang lainnya sangat dekat dan bisa dijangkau dalam waktu 10-15 menit. Masyarakat (umat) Katolik di wilayah misi para Redemptoris bermata pencaharian sebagai petani ladang dengan sumber penghasilan utama adalah taro/keladi yang adalah bahan makanan pokok di Samoa. Kehidupan masyarakat masih sangat kental dipengaruhi oleh budaya setempat. Selain mengolah tanah, mereka juga mengandalkan sokongan dana untuk perekomian mereka dari keluarga atau anak-anak mereka yang bekerja di luar negeri.

Di Samoa, masih ada penggolongan-penggolongan pada kehidupan sosial. Hal ini nampak dalam struktur/strata sosial masyarakat yakni ada raja, pemimpin umat, pemimpin masyarakat dan rakyat biasa. Meskipun kental dengan budaya, gaya hidup yang dianut adalah foto copy dari gaya hidup Amerika, Australia dan New Zealand. Gaya hidup luar ini terlihat jelas pada generasi muda karena banyak mereka pernah hidup dan bekerja di negara-negara tersebut.

Arah dasar dan fokus misi di Samoa adalah pastoral parokial & kategorial dengan beberapa unsur penting di dalamnya adalah: pastoral keluarga, pastoral orang muda dan anak-anak, pastoral buruh dan migran. Fokus pastoral ini dilihat sebagai dasar dan corong untuk membentuk iman umat katolik yang handal. Keluarga harus menjadi peletak dasar iman yang kokoh sedari dini dan orang muda harus menjadi kekuatan hidup Gereja di masa depan. Kegiatan pendampingan keluarga dibuat melalui kunjungan-kunjungan keluarga, melalui kelompok bapak-bapak dan kelompok ibu di paroki. Pendampingan kepada orang muda dan anak-anak dibuat melalui kegiatan orang muda dan sekolah minggu bagi anak-anak. Beberapa program lain yang direncanakan adalah karya sosial pemberdayaan ekonomi keluarga-keluarga Kristiani, beasiswa bagi anak yang kurang mampu dan pengembangan bakat dan kemampuan bagi orang muda.

Puji Tuhan, Samoa masih tanpa corona sehingga masih bebas beraktivitas.

Salam Sehat untuk kita semua

Kontributor: Ptr. Marton Pareira, CSsR