Oleh: Ptr. Giovani Don Bosco Wora

Wajah-Ku nampak terhilang oleh darah merah mengalir
Berderai, tak terurai dalam bisu
sementara siksaan kejam merajam tak berhenti
kebencian semakin berteriak, dendam menyambut:
“Salibkan Dia! Salibkan Dia!”

Tak pilukah Hatimu Memandang Wajah-Ku?

Wajah-Ku tak berbentuk, buruk dan kusut
Tersayat sembilu nafsu liar dan dosa kaum serakah
tercabik oleh sikap tak peduli para koruptor
wajah letih terdiam ketika para pengkhianat berteriak:
“Salibkan Dia! Salibkan Dia!”

Tak Pilukah Hatimu Memandang Wajah-Ku?

Wajah-Ku terjatuh hina dalam sengsaraku
Merana terhimpit keangkuhan kaum cendikiawan:
Menghasut untuk saling membenci dengan menjual nama surga
Saling dendam, saling menghina hanya karena berbeda sorban agama
Saling membunuh dengan pengajaran-pengajaran yang sesat.
Semakin kejam dan berat menindih salibku.

Tak Pilukah Hatimu Memandang Wajah-Ku?