Membaca dan Memahami Kisah Penciptaan Manusia dalam Kitab Kejadian.
Teks Kitab Suci Perjanjian Lama aslinya ditulis dalam bahasa Ibrani. Pada awal mula pun, teks itu, sebagaimana bahasa Ibrani jaman dulu, ditulis tanpa vocal. Semua kata hanya ada dalam bentuk konsonan. Pembacaanlah yang memberikan vocal. Dan itu berarti tergantung siapa pembacanya. Bayangkan misalnya kata ‘makan’ dalam bahasa Indonesia, ditulis hanya konsonan saja “mkn”. Siapa saja bisa membacanya secara berbeda: makan, makin, mokon, meken, dan sebagainya. Konteks kalimat itulah yang menentukan mana kata yang sebenarnya.
Teks Kitab Suci Ibrani saat ini ditulis dengan vocal, dan itu baru terjadi pada abad ke 7 sampai abad ke 10 Masehi. Inilah yang disebut teks masoretik (dari kata dasar “masorah”), yakni tulisan dengan vocal dan aksen. Teks masoretik tertua adalah “Codex Aleppo” yang berasal dari abad ke-9.
Berangkat dari sejarah penulisan ini, maka pemahaman teks kitab suci secara benar, khususnya Perjanjian Lama, juga perlu memperhatikan dan mempertimbangkan tulisan tanpa vocal atau hanya konsonan saja. Mengapa? Karena bisa saja apa yang dimaksud penulis pertama dulu berbeda dengan penyalin kemudian yang memberi vokalnya. Perubahan vocal bisa mengubah arti juga.
Aspek lain yang penting diperhatikan adalah membaca teks apa adanya sebagaimana ditulis atau dibayangkan dimaksud oleh penulis awal. Kita mencoba untuk menghindari penafsiran yang terlalu cepat atau yang biasa digunakan selama ini. Inilah yang disebut analisis naratif dengan menggunakan retorika semitik; sebuah bentuk dialog dengan teks. Ini berarti membaca teks sebagaimana dihadirkan dalam Kitab, sambil memperhatikan segala aspek yang ada di dalamnya, bukan di luar teks itu sendiri. Dengan kata lain, membaca teks sebagai sebuah cerita/narasi dan dalam sudut pandang antropologi.
Dengan cara inilah kita bisa menemukan hal yang berbeda dan mengejutkan tentang kisah penciptaan manusia, lain daripada apa yang kita pahami selama ini. Dua pertanyaan mendasar yang akan kita eksplorasi bersama:
Benarkah sejak awal mula manusia diciptakan menurut “gambar” dan “rupa” Allah?
Benarkah “wanita diciptakan dari tulang rusuk pria”?
Ingin tahu jawabannya? Mari BERGABUNG dan BERSHARING bersama.