Minggu 2 Mei 2021, Komunitas Stundentat Wisma Sang Penebus, Yogyakarta, mengadakan webinar mengenai “Teologi Penciptaan” yang bersumber pada kitab Kejadian 1:1-31; 2:124. Teologi ini lebih menekankan awal mula penciptaan dan kesetaraan antara laki-laki dengan perempuan. Dua pertanyaan mendasar dalam webinar ini ialah “Benarkah sejak awal mula manusia diciptakan menurut “gambar” dan rupa Allah” dan “Benarkah perempuan diambil dari tulang rusuk laki-laki?”. Acara ini dipandu oleh Fr. Andhika CSsR selaku MC, P. Ricky Misi CSsR selaku Moderator dan Propinsial Redemptoris Indonesia, P. Kimi Ndelo CSsR sebagai nara sumber utama. Selain itu, terdapat juga dua orang penanggap yakni Fr Yansen Lay CSsR dan Fr. Hery Lewar CSsR.

Ada banyak hal yang dibicarakan dan dipertanyakan dalam webinar ini. Namun yang menjadi pokok pembicaraan ialah mengenai keterlibatan manusia dalam penciptaan dan kedudukan perempuan dengan laki-laki. Menurut P. Kimi Ndelo “Manusia sejak awal tidak diciptakan menurut gambar dan rupa Allah. Tetapi dijadikan menurut gambar dan rupa Allah. Kata “menjadikan” (Kej 1:26) menunjukan keterlibatan manusia dalam penciptaan. Sedangkan kata “diciptakan” (kej 1:27) lebih menunjukan hak prerogratif atau kuasa Allah dalam menciptakan sesuatau. Pendekatan ini bersifat naratif atau dengan membaca teks apa adanya sebagaimana ditulis dan dimaksudkan oleh penulis awal. Dalam tafsiran tersebut, P. Kimi Ndelo mengungkapkan bahwa “Allah sejak dahulu, sudah melibatkan dan mengajak manusia untuk bekerja sama. Penciptaan pertama dalam bentuk “rupa” dan kedua dalam bentuk “gambar”. Bentuk rupa mengidentifikasikan manusia sebagai mahluk berakal budi dan yang membedakan ia dengan ciptaan lainnya. Sedangkan “gambar” lebih menekankan manusia sebagai ciptaan istimewa dan memiliki sifat transendensi. Hal ini tidak berarti bahwa manusia sama dengan Allah dalam keilahian, tetapi pengakuan atas keistimewahan manusia di hadapan Allah”.

Dalam kaitannya dengan kesetaraan laki-laki dan perempuan, P. Kimi CSsR mengungkapkan bahwa “Manusia pada awalnya satu dalam diri Adam. Proses pemisahan laki-laki dan perempuan terjadi ketika Allah membuat Adam tertidur. Pada saat tidur inilah, Allah membelah (memisahkan) antara laki-laki dan perempuan dari tubuh Adam. Dengan demikian, bisa dikatakan bahwa perempuan merupakan kembaran dari laki-laki dan berada setara dengan laki-laki”. Tidak ada perbedaan antara laki-laki dan perempuan. Keduanya sepadan karena berasal dari hakikat yang satu dan sama.

Tema yang dibawakan sangat menarik dan mengundang banyak perhatian dari para peserta webinar. Hal ini dapat terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan oleh para peserta baik melalui zoom dan Youtube. Namun tidak semua pertanyaan bisa terjawab karena terkendala waktu yang terbatas. “Sangat banyak pertanyaan yang diajukan. Tetapi kita terkendala oleh waktu yang sangat diminimalisir oleh panitia,” kata P. Riky selaku moderator seusai acara webinar. Walaupun begitu, keseluruhan acaranya berjalan secara baik dan teratur. Semoga ke depannya kegiatan ini dapat terlaksana kembali dengan tema yang berbeda dan menarik untuk disimak. Terima kasih untuk semua yang telah berpartisipasi.

Kontributor: Fr. Ronald Mite, CSsR