Paroki St Yosep Kudangan

Sejarah Singkat Berdirinya Paroki

Paroki St. Yosep Kudangan merupakan paroki pemekaran dari Paroki Kristus Raja Semesta Alam Nanga Bulik. Pada tanggal 3 Maret 2008, Paroki  Santo Yosep Kudangan resmi menjadi wilayah paroki sendiri dengan status sebagai paroki administratif. Mgr. Aloysius Sutrisnaatmaka, MSF, diwakili oleh Vikjen Keuskupan Palangka Raya, Rm. Silvanus Subandi, Pr meresmikan Kudangan sebagai Paroki Administratif sekaligus menyerahkan Paroki Administratif Kudangan kepada Kongregasi Redemptorist (CSsR) Propinsi Indonesia. Hadir dalam upacara peresmian tersebut Provinsial Redemptoris Indonesia, P. Edmund Woga, CSsR (Uskup Keuskupan Weetabula sekarang) didampingi oleh tiga misionaris Redemptoris pertama yang berkarya di Keuskupan Palangka Raya yakni: P. Remigius Zila, CSsR sebagai Pastor Paroki St Petrus Sukamara dan Kudangan, P. Asterius Zangu Ate, CSsR dan P. Gabriel Hoeng Baoninang, CSsR.

Pada tahun 2009, tepatnya pada tanggal 2 Mei 2009 Paroki St. Yosep Kudangan diresmikan menjadi paroki definitif/penuh oleh Mgr. Sutrisnaatmaka, MSF dan mengangkat P. Asterius Zangu Ate, CSsR sebagai pastor paroki dan P. Gabriel Hoeng Baoninang, CSsR sebagai pastor rekan.

Keadaan Umat  dan Tenaga Pastoral

Secara geografis, Paroki St. Yosep Kudangan terletak di wilayah Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah. Ada 3 kecamatan yang masuk dalam wilayah paroki yakni: Kecamatan Delang, kecamatan Batang Kawa dan Kecamatan Lamandau.

Umat Paroki St. Yosep Kudangan, sebagian besar bekerja sebagai petani. Selain petani, sebagian umat bekerja sebagai karyawan perkebunan sawit dan sebagian kecil berprofesi sebagai wiraswasta dan guru. Umat Paroki tersebar di 19 stasi yakni: Kudangan (ada 4 kring), Lopus, Nyalang, Landau Kantu, Riam Tinggi, Riam Panahan, Sepoyu, Sekombulan, STTB (gabungan Sungai Tuat dan Tanjung Beringin), Cuhai, Kawa, Karang Tabah, Panopa, Benakitan, Kinipan, Liku, Karang Mas, Kina dan Jemuat. Jumlah umat hingga akhir 2020: 2.766 jiwa, 726 kepala keluarga. Jumlah umat ini belum terhitung di barak-barak perkebunan sawit.

Selain umat yang tersebar di stasi-stasi, sebagian umat Paroki St. Yosep kudangan adalah migran dan perantau. Saudara- saudari kita, para migran dan perantau ini datang dari Flores, Sumba dan Timor. Mereka bekerja sebagai karyawan di perusahan/perkebunan sawit. Karena itu, ada beberapa pos yang juga mendapat pelayanan dari Paroki St. Yosep Kudangan yakni: PT SML, PT SLR, PT TAN, PT GCM dan PT. SMG. Paroki mengalami kesulitan untuk mendata umat di barak-barak karena tipikal karyawan perusahan/perkebunan sawit adalah sewaktu-waktu mereka dapat berpindah dari satu perusahan/perkebunan ke perusahan/perkebunan lain. Ini merupakan tantangan sekaligus peluang untuk berpastoral di tengah dan bersama saudara-saudari kita,para migran dan perantau dengan beraneka keprihatinan hidup.

Saat ini, Paroki St. Yosep Kudangan dilayani oleh dua orang pastor, yakni: P. Paulus Sani Koten, CSsR ( pastor paroki) dan P. Karolus Kia Ladjar CSsR (pastor rekan). Selain tenaga tertahbis, paroki juga dilayani oleh para guru agama dan pembina-pembina umat yang tinggal di stasi-stasi.