Paroki St. Fransiskus Asisi Lamahora

Paroki Santo Fransiskus Assisi Lamahora berada di kabupaten Lembata, tepatnya di kelurahan Lewoleba Timur, Kecamatan Nubatukan, Kabupaten Lembata, Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Wilayah Paroki Lamahora berada di daerah teluk Lewoleba. Paroki Lamahora merupakan salah satu paroki dari keuskupan Larantuka yang dipercayakan kepada Konggregasi Redemptoris. Paroki Santo Fransiskus Asisi Lamahora, sebelum diresmikan menjadi paroki, merupakan salah satu stasi dari Paroki Santa Maria Baneux Lewoleba, Lembata. Sebelum diresmikan menjadi paroki mandiri, diundanglah para misionaris Redemptoris untuk mempersiapkan umat dengan kegiatan Misi Umat. Kegiatan Misi Umat dilaksanakan selama kurang lebih 3 bulan dan membantu proses pembentukan paroki.

Pada tanggal 7 Desember 2008, stasi Lamahora diresmikan menjadi paroki oleh Bapa Uskup Keuskupan Larantuka, Mgr. Fransiskus Kopong Kung dan berpelindungkan Santo Fransiskus dari Assisi. Pada tanggal yang sama, Bapa Uskup mengangkat P. Yosep Manulena, CSsR sebagai Pastor Paroki. Sejak menjadi paroki mandiri sampai sekarang, penggembalaan umat paroki ini tetap dipercayakan kepada Konggregasi Redemptoris. Paroki Lamahora secara berturut-turut telah mengalami beberapa pergantian pelayan pastoral dimulai dari P. Yosep Manulena, CSsR, P. Bartolomeus Otu Kelen, CSsR, P. Paulus Nuho Kelen, CSsR, hingga saat ini P. Barnabas Bili Ngongo, CSsR sebagai pastor paroki dan juga para pastor rekan antara lain P. Paulus Sani Koten, CSsR, P. Mans Watun, CSsR dan P. Mateus Tunu, CSsR.       

Paroki Lamahora tidak memiliki stasi sehingga kegiatan pastoral lebih banyak terjadi di keluarga basis gerejani (KBG) dan kelompok-kelompok kategorial.  Jumlah umat paroki St. Fransiskus Assisi berdasarkan data statistik keuskupan tahun 2020 sebanyak 3899 jiwa dari 1030 kepala keluarga (KK). Dari jumlah jiwa tersebut, umat tersebar dalam 9 lingkungan dan 60 keluarga basis gerejani (KBG). Setiap KBG terdiri dari beberapa kepala keluarga dengan jumlah yang beragam dan disesuaikan dengan letak geografisnya. Kurang lebih setiap KBG biasanya terdiri 8-24 KK ataupun bisa lebih banyak lagi.