Sejarah

Santo Alfonsus mendirikan Kongregasi ini pada tanggal 9 Nopember 1732 di Scala (Kerajaan Napoli), Italia. Tahun 1749 secara resmi menggunakan nama Congregatio Sanctissimi Redemptoris (C.Ss.R.) atau Kongregasi Sang Penebus Mahakudus. Kongregasi ini didirikan karena Alfonsus tergerak untuk melayani orang-orang miskin di daerah pegunungan Scala yang sering terabaikan dari pelayanan rohani. Dia hendak mengikuti teladan Yesus: “Ia telah mengutus Aku untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin” (Luk 4,18).

Alfonsus dan para pengikutnya, diantaranya Santo Gerardus Mayella, seorang bruder sederhana namun suci, berusaha melayani kebutuhan rohani yang dirasakan waktu itu oleh orang-orang desa yang miskin, terutama melalui misi umat, retret dan pembaruan-pembaruan rohani.

Alfonsus sangat yakin bahwa Kongregasinya, di bawah perlindungan Santa Perawan Maria, akan merebut dunia untuk Kristus. Oleh sebab itu dia berupaya sekuat tenaga agar Kongregasi baru ini disebarkan dan diperkuat baik dengan kaul ketekunan maupun dengan kaul-kaul sederhana.

Pada tanggal 25 Pebruari 1749 Paus Benediktus XIV menyetujui secara mulia baik Kongregasi maupun Konstitusi dan Regulanya. Sejak itu Kongregasi berkembang secara pesat terutama di bawah pengaruh dan kerja keras Santo Clemens Maria Hofbauer (1820) yang dikaruniai “kekuatan iman yang mengagumkan dan terutama ketabahan yang tak terkalahkan”. Kongregasi ini lalu menyebar ke wilayah-wilayah lain di Eropah, khususnya di seberang pengunungan Alpen. Setelah berkembang di Eropah, atas dorongan Pater Yosef Amandus Passerat (1885), Kongregasi menyeberangi samudera dan tersebar ke wilayah-wilayah benua Amerika. Di sana Santo Yohanes Nepomuk Neumann merupakan saksi utama perkembangan Kongregasi.

Dari Eropah dan Amerika, Kongregasi kemudian dibawa ke wilayah Australia, Asia dan Afrika. Redemptoris di Indonesia datang dari Jerman pada tahun 1957. Pewartaan ini dipelopori oleh para misionaris dari Propinsi Koln, Jerman Barat. Mereka memulai karya pertamanya di pulau Sumba dan Sumbawa, menggantikan Serikat Sabda Allah (SVD), yang memusatkan konsentrasinya di pulau Flores dan Timor.

Dengan demikian langkah demi langkah, Kongregasi Redemptoris memasuki pelbagai bidang karya kerasulan dan mengemban karya misi baik di antara orang-orang beriman maupun diantara orang-orang tak beriman. Dalam semangat yang sama, Kongregasi juga mengusahakan studi ilmiah mengenai metode pastoral, sambil mengikuti Santo Alfonsus, yang pada tahun 1781 diberi gelar Doktor Gereja dan pada tahun 1950 diangkat sebagai Pelindung para bapa pengakuan dan para ahli moral.

Pusat kepemimpinan Kongregasi saat ini ada di Roma. Karya-karya Kongregasi tersebar di hamper 80 negara di dunia, termasuk di daerah yang sulit seperti Irak, Libanon dan Cina. Redemptoris di Indonesia bekerja di 6 keuskupan yakni Keuskupan Weetebula Sumba, Keuskupan Larantuka, Keuskupan Agung Semarang, Keuskupan Agung Jakarta, Keuskupan Agung Palembang, Keuskupan Palangkaraya dan Keuskupan Ketapang Kalimantan. Selain bekerja untuk gereja lokal, para Redemptoris juga sudah diutus menjadi misionaris di beberapa negara yakni Filipina, Jepang, Australia, New Zealand, Samoa, Jerman dan Italia. Kerjasama dengan Redemptoris di negara-negara lain juga akan segera diwujudkan karena banyaknya permintaan bantuan tenaga.

Anggota Kongregasi Propinsi Indonesia saat ini sebanyak: 108 orang yang berkaul kekal (3 bruder, 15 diakon, 7 frater, dan 83 imam). Sebanyak  84 orang anggota berkaul sementara (79 frater dan 5 bruder). Total anggota Propinsi Indonesia sebanyak 192 orang. Ada 27 orang calon di tahun Novisiat dan  18 orang calon di tahun Postulat. Redemptoris Indonesia juga sudah merelakan 10 orang imamnya untuk bergabung dengan Redemptoris Propinsi lainnya.

Redemptoris Indonesia saat ini tidak mengalami kesulitan dalam memperoleh panggilan. Yang justru sulit adalah bagaimana merawat dan memelihara panggilan itu melalui proses pendidikan yang membutuhkan biaya tidak sedikit. Ladang subur tetapi kemampuan memelihara ladang itu yang kurang. Namun ada keyakinan pasti bahwa Santo Alfonsus senantiasa menyertai Kongregasi ini dengan doa dan cintanya.