Senin, April 12, 2021
More

    Sebuah Catatan Pribadi Tanpa Judul Tentang Almarhum Pater Willi Wagener, CSsR yang Kukenal & Kukagumi

    0

    Oleh: P. Mateus Selan CSsR

    Sulit rasanya menulis sesuatu tentang figur almarhum Pater Wilhem Wagener CSsR. Karena itu, tulisan ini saya tulis tanpa beri judul. Sejak bergabung dengan Kongregasi Redemptoris provinsi Indonesia banyak konfrater sudah dipanggil Sang Pencipta. Ada rasa kehilangan dan sedih yang pedih, namun saya tidak sampai menetesskan air mata. Tanggal 12 April 2020, ketika mendapat berita duka kepergian P. Wagener, terasa kesedihan memuncak sampai meneteskan air mata. Betapa tidak, beliau merupakan misionaris Jerman terakhir yang menemani kami di provinsi Redemptoris Indonesia sampai akhir hayat. Dialah yang bergumul Bersama kami dalam suka dan duka kehidupan provinsi, baik mengenai keadaan finansial provinsi, penyebaran provinsi ke keuskupan lain di Indonesia, maupun perutusan konfrater Indonesia ke unit lain, seperti Australia, Jerman, Jepang, Samoa dan Filipina. P. Wagener adalah figure orang tua yang baik hati yang selalu mendukung setiap kebijakan provinsi dan karya para konfrater muda Indonesia.

    Sejak tahun 1957 terhitung ada 37 misionaris Jerman yang diutus ke Sumba-Indonesia setelah pada tahun 1955 provinsi Redemptoris Koln di Jerman menderima mandatum Propaganda Fide untuk misi di Sumba-Sumbawa. Kebanyakan dari mereka setelah sekian waktu berkarya Kembali pulang ke tanah airnya. Mereka yang meninggal di Sumba berjumlah 9 orang. Saat ini tinggal seorang Pater yang pernah berkarya di Sumba namun menikmati hari tuanya di Jerman.

    *Disalin dari buku Memoar Pater Willi Wagener, CSsR (1933-2020), 59 Tahun Misionaris di Sumba-Indonesia (1961-2020)

    Aksi Sosial Postulan Redemptoris Indonesia

    0

    Sabtu 10 April 2021, bertempat di Kelurahan Kambaniru Kecamatan Kambera-Sumba Timur, para Postulan Redemptoris Indonesia dipimpin Ptr. Direktur, Ptr. Ofan Rowa, CSsR bersama Komunitas Bumi Marapu mengadakan aksi sosial membersihkan rumah warga yang terdampak banjir akibat luapan Sungai Kambaniru dan menyingkirkan pepohonan yang tumbang akibat Badai Seroja yang menimpa rumah warga.

    Bermodalkan alat-alat seadanya seperti, parang, sekop, linggis, ember dan gayung, para Postulan dan relawan dari komunitas Bumi Marapu bergotong royong menyingkirkan pepohonan yang menindih rumah serta membersihkan lumpur sisa banjir yang terdapat di rumah warga.

    Aksi para Postulan dan komunitas Bumi Marapu dapat disimak lewat video berikut ini. Dalam Video berdurasi 12 menit ini, Ptr. Linus Ngaba, CSsR melaporkan secara singkat aksi para Postulan dan relawan komunitas Bumi Marapu menolong warga yang menjadi korban banjir dan Badai Seroja.

    Bakti Sosial OMK Aloysius Gonzaga Lamahora

    0
    OMK Aloysius Gonzaga (ALGONZER) bersama Monderator, Ptr. Teus, CSsR

    Minggu, 11 April 2021, bertepatan hari Minggu Paskah II, teman-teman OMK Paroki St. Fransiskus Asisi Lamahora membagi bantuan ke posko pengungsian Waowala dan bakti sosial membersihkan gereja St. Maria Stella Maris Lewotolok. Kegiatan ini merupakan inisiatif beberapa OMK yang bergabung menjadi relawan yang kemudian diusulkan ke pater moderator untuk melibatkan semua OMK paroki. Atas persetujuan pater moderator, P. Teus, CSsR disepakati untuk berangkat ke lokasi.

    Setelah misa ke II, rombongan OMK bersama pater Teus berangkat ke lokasi tujuan menggunakan 2 mobil pick up dan sepeda motor. Tujuan pertama adalah ke posko pengungsian Waowala. Posko Waowala adalah posko yang cukup dekat dengan lokasi kejadian. Posko ini menerima bantuan yang kemudian di distribusikan ke 106 titik pengungsian baik di rumah warga maupun pondok-pondok di kebun masyarakat.

    OMK Aloysius Gonzaga (ALGONZER) Lamahora melanjutkan perjalanan menuju gereja St. Maria Stella Maris Lewotolok untuk bakti sosial membersihkan gedung gereja. Sesampainya di lokasi OMK bersama tim relawan dan Brimob bahu membahu membersihkan gereja yang terendam lumpur setinggi 50 cm dengan menggunakan alat seadanya. OMK mulai bekerja sekitar jam 11.30. Sekitar jam 12.30, OMK makan siang di posko relawan di desa Napasabok bersama dengan semua tim relawan, POLRI, TNI, Brimob dan Basarnas. Kegiatan bersih-bersih gedung gereja dilanjutkan setelah istirahat makan sampai pukul 04 sore.

    Selanjutnya OMK Aloysius Gonzaga Lamahora kembali ke Pastoran untuk beristirahat dan bersantai bersama. Kegiatan di tutup dengan evaluasi singkat dan ucapan terimakasih dari pengurus OMK. Terimakasih teman-teman OMK Aloysius Gonzaga Lamahora untuk kepedulian dan cinta untuk sesama. OMK ALGONZER tetap jaya dan semangat.

    Kontributor: Fr. Rian Dimu, CSsR

    Kamu Harus Memberi Mereka Makan – Aksi Para Redemptoris Membantu Korban Bencana di Lembata

    0

    “Kamu harus memberi mereka makan (Matius 14:16)”. Kutipan Injil Matius ini menjadi semangat yang menggambarkan keterlibatan para Redemptoris dan umat paroki St. Fransiskus Asisi Lamahora untuk membantu masyarakat Ille Ape yang menjadi korban erupsi Ille Lewotolok dan banjir bandang akibat Siklon Tropis Seroja.

    Pada tanggal 29 Nevember 2020, terjadi erupsi gunung Lewotolok yang mengakibatkan masyarakat Ille Ape harus mengungsi. Hampir seluruh masyarakat dari kecamatan Ille Ape dan Ille Ape Timur dievakuasi ke rumah penduduk dan posko-posko pemerintah di kota Lewoleba. Salah satu wilayah tempat pengungsian adalah wilayah paroki Lamahora. Sekitar 2700 pengungsi tersebar di rumah keluarga di paroki Lamahora. Jumlah ini belum terhitung jika ditambah jumlah pengungsi yang tersebar di 6 titik posko pemerintah yang berada di paroki lamahora.

    Pada hari yang sama, para Redemptoris yang ada di Lembata yakni P. Barnabas, CSsR, P. Teus, CSsR dan P. Mans Wenge, CSsR berinisiatif untuk mengumpulkan dana dari para donatur melalui rekening paroki. Dana yang terkumpul tersebut kemudian digunakan untuk membeli kebutuhan para pengungsi seperti sembako, perlengkapan mandi dan perlengkapan tidur serta obat-obatan. Bantuan tersebut kemudian disalurkan ke posko-posko pemerintah dan juga ke rumah warga yang menampung para pengungsi. Selanjutnya para Redemptoris bergabung bersama para imam dan biarawan/i yang berkarya di Dekenat Lembata dengan membuka Posko Dekenat. Melalui Posko Dekenat bantuan disalurkan ke pengungsi yang berada di rumah warga, pondok-pondok serta posko yang membutuhkan bantuan.

    Setelah keadaan Ille Lewotolok semakin membaik dan masyarakat kembali ke kampung, bantuan tetap di salurkan melalui Dekenat dan paroki yang ada di kedua kecamatan tersebut. Namun, bencana tidak sampai di situ pada tanggal 04 April 2021 bencana kembali melanda wilayah NTT, termasuk wilayah Lembata. Siklon Torpis Seroja mengakibatkan hujan disertai angin yang berkepanjangan. Wilayah Lembata sendiri mengalami kerusakan yang para dan banyak menimbulkan korban jiwa. Sejak tanggal 2 sampai tanggal 4 April hujan lebat mengguyur wilayah Lembata. Pada tanggal 04, dini hari sekitar pukul 01.30 terjadi banjir bandang di wilayah Ille Ape. Banjir bandang mengakibatkan 14 desa mengalami kerusakan dan menimbulkan korban jiwa. Ada 3 desa dengan jumlah korban terbanyak dan kerusakan para yakni desa Waimatan, Lama Wolo dan Amakaka. Akibatnya beberapa rumah tertimbun material seperti batu dan kayu serta sebagian hanyut terbawa banjir.

    Melihat situasi yang terjadi di wilayah Lembata, para Redemptoris melanjutkan aksi “kamu harus memberi mereka makan” kepada saudara-saudara kita yang mengalami bencana. Para Redemptoris bersama umat mengumpulkan pakaian layak pakai, sembako, perlengkapan mandi, obat-obatan, masker dan juga uang untuk para korban dan relawan. Sumbangan ini dibagi dalam dua kelompok yakni sumbangan jangkah pendek dan jangkah panjang. Sumbangan jangkah pendek adalah sumbangan berupa kebutuhan mendesak para korban di tempat pengungsian sedangkan jangkah panjang merupakan bantuan yang diberikan pada saat kembali ke kampung atau tempat relokasi yang baru.

    Bantuan ini diprioritaskan kepada para korban yang berada di rumah warga, pondok dan juga di posko pemerintah. Tanggungjawab pendistribusian bantuan diserahkan kepada teman-teman OMK Aloysius Gonzaga. OMK bersama P. Teus, pater moderator, mengantar bantuan secara langsung ke rumah warga yang menampung pengungsi. Terima kasih kepada para donatur, sahabat, kenalan dan umat paroki serta siapa saja yang berkehendak baik telah membantu masyarakat di Lembata.

    Kontributor: Fr. Rian Dimu, CSsR

    ELEOS – Renungan Hari Minggu Paskah II

    0
    Sumber foto: https://divinemercy.life/

    Setetes Embun oleh: Ptr. Kimy Ndelo, CSsR

    Suatu malam pada tahun 1935, Fiorela H. La Guardia, Walikota New York, mengadakan sidang pengadilan malam hari di sebuah sudut paling miskin di kota itu. Dia telah membebastugaskan hakim selama satu malam dan bertindak sebagai hakim saat itu.

    Satu kasus yang diadili adalah seorang wanita tua yang kedapatan mencuri roti untuk memberi makan cucunya. Sidang berlangsung cepat. Keputusannya: “Aku menghukum engkau 10 dollar atau 10 hari dalam penjara”. Setelah menyatakan keputusan dia mencopot topinya dan menaruh 10 dollar dalam topinya.

    Kemudian dia menuntut 50 sen dari setiap pengunjung sidang karena hidup di kota ini, “dimana seorang wanita tua harus mencuri agar cucunya tidak kelaparan”. Dari hasil kolekte dadakan itu wanita tua bisa membayar biaya hukumannya lalu pulang dan masih masih memiliki sisa uang 47,5 dollar.

    Istilah “mercy” dalam bahasa Inggris diterjemahkan menjadi “murah hati”. Kata lain yang sering dipakai dan lebih mendekati arti sesungguhnya adalah “belaskasihan” atau “kasih setia”.

    Dalam tradisi Kitab Suci kata ‘mercy’ merupakan terjemahan istilah ‘hesed’ (Ibrani) atau ‘eleos’ (Yunani). Kedua istilah ini menggambarkan salah satu ‘sifat’ Allah yang paling menonjol dalam hubungannya dengan manusia.

    Allah membuat perjanjian dengan manusia atas dasar ‘kemurahan hati’. Artinya, manusia sebetulnya tidak layak mendapatkan janji Allah karena dosanya dan karena pasti janji itu akan dikhianati. Allah membuat perjanjian dengan manusia tapi sudah menyiapkan senjata untuk berjaga-jaga jika manusia ingkar. Senjatanya bukan pertama-tama hukuman tetapi pengampunan dan kasih setia.

    Ini tidak berarti Allah tutup mata atau masa bodoh terhadap dosa manusia. Tidak.

    Kebesaran Allah terletak pada kesediaanNya untuk mengampuni. Kebesaran Allah terletak pada belaskasihannya yang tak terhingga.

    Sekalipun Allah harus menghukum, hukuman itu bukan didasari oleh kebencian melainkan oleh karena belaskasih. Ibarat kata, seperti seorang ayah memukul anaknya yang bersalah, bukan dengan mata menyala melainkan dengan berurai air mata.

    Sebuah tragedi memilukan terjadi pada tanggal 6 Oktober 2006. Seorang pria bersenjata memasuki sebuah sekolah di Amish, Nickel Mines, daerah Pennysylvania, Amerika. Di satu ruangan kelas dia menyisihkan anak laki-laki dan meminta 10 anak perempuan berbaris di depan kelas. Lalu dia memberondong mereka dengan peluru kemudian menembak dirinya sendiri. Lima dari kesepuluh anak gadis ini tewas.

    Setelah penyelidikan polisi selesai, para orangtua membawa anak-anak mereka ke rumah, memandikan dan menyemayamkan mereka. Mereka duduk sejenak lalu meratapi anak-anak mereka. Tak lama kemudian mereka keluar dari rumah mendatangi rumah pelaku penembakan. Mereka mengatakan pada istri pria itu bahwa mereka memaafkan suaminya atas apa yang dibuatnya dan turut berdukacita atas kehilangan suaminya.

    Sungguh luar biasa. Mereka sudah menguburkan kemarahan mereka sebelum menguburkan anak-anak mereka. Orang-orang ini percaya dalam arti yang sebenarnya bahwa pengampunan Allah terhadap mereka bergantung pada bagaimana pengampunan mereka terhadap sesama.

    Yesus yang bangkit memberi kuasa kepada para muridnya, bukan pertama-tama kuasa mengajar atau membuat mukjizat. Kuasa yang diberikannya adalah kuasa untuk MENGAMPUNI.

    “Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya akan diampuni. Jikalau kamu menyatakan dosanya tetap ada, maka dosanya tetap ada” (Yoh 20,23).

    Saat ini dunia lebih membutuhkan belas kasih dan pengampunan lebih daripada yang lainnya.

    Umat dan OMK Paroki St. Mikael Elopada Galang Bantuan

    0

    Orang Muda Katolik (OMK) dan umat Paroki St. Mikael Elopada, Keuskupan Weetebula berhasi menggalang dana dan bantuan berupa pakaian layak pakai dan bahan makanan untuk membantu warga masyarakat korban bencana di wilayah Paroki St. Andreas Ngallu, Kabupaten Sumba Timur.

    Aksi galang dana dari OMK St. Mikael ini dipimpin oleh Ptr. Meus Kelen, CSsR, Ptr. Marsel Lede, CSsR Ptr. Amor, CSsR dan Fr. Iwan, CSsR. Mereka mengumpulkan dana dan bantuan dari umat serta donatur yang peduli dan berempati dengan bencana yang dialami sudara/i mereka di Ngallu Sumba Timur.

    Ptr. Amor, mengungkapkan, kegiatan pengumpulan dana itu berawal dari inisiatif umat Paroki St. Mikael untuk membantu warga masyarakat yang dilanda bencana banjir akibat Siklon Seroja di wilayah Paroki St. Andreas Ngallu Sumba Timur.

    Dikoordini oleh Pater Meus, sejak Selasa, 6 April 2021 OMK dan beberapa umat mengumpulkan donasi dari setiap Stasi di Paroki Elopada. Dana dan sumbangan berupa bahan makanan dan pakaian layak pakai kemudian dikumpukan dan dikemas di Pastoran Paroki Elopada.

    “Kebetulan bertepatan dengan semangat Hari Raya Paskah sehingga kami memanfaatkan momen itu. Awalnya ada keraguan, tetapi ketika sudah memulai aksi peduli nyata ini, justru ada antusias dari umat dan donatur untuk memberikan sumbangan”, jelas Ptr. Amor. “OMK dan umat dari setiap stasi serta donatur betul-betul menunjukkan sikap empati dan kepedulian mereka, sehingga mereka benar benar tulus memberi dari apa yang mereka miliki.” Tambah Ptr. Amor.

    Menurut Ptr Amor, dana yang terkumpul itu dipakai untuk membeli barang kebutuhan pokok serta perlengkapan mandi dan perlengkapan dapur bagi warga korban bencana di wilayah Paroki St. Andreas Ngallu Sumba Timur. Ptr. Amor menyampaikan rasa syukur kepada Tuhan yang telah menggerakkan hati umat dan donatur untuk memberikan sumbangan secara sukarela.

    Donasi yang terkumpul kemudian disalurkan pada hari Jumat, 9 April 2021. Tepat pukul 08:00 WITA semua donasi yg terkumpul diantar ke Ngallu menggunakan dua mobil dibawah pimpinan Ptr. Marsel Lede.

    Perhatian dan dukungan dari OMK dan umat St. Mikael Elopada disambut dengan gembira oleh Ptr. Leo Hoaratan, CSsR selaku Pastor Kepala Paroki St. Andreas Ngallu. Ptr. Leo mengucapkan terima kasih kepada umat Allah St. Mikael dan para donatur yang telah telah berbuat baik dan berjanji akan menyalurkan bantuan ini kepada seluruh warga masyarakat yang terdampak bencana Siklon Seroja.

    Aksi Solidaritas Frater CSsR Untuk Korban Bencana Alam di Adonara

    0

    Penderitaan merupakan pengalaman paling pilu dan menyedihkan. Bahkan, pengalaman demikian memaksa kita untuk menyerah, diam dan pasrah pada keadaan karena keterbatasan kita sebagai manusia. Pengalaman penderitaan ini juga sedang dialami oleh saudara-saudari kita di Nusa Tenggara Timur yang beberapa hari lalu ditimpa bencana banjir, tanah longsor akibat badai Seroja.

    Dalam usaha untuk meringankan penderitaan yang dialami oleh saudara-saudari kita, para frater dari Komunitas Wisma Sang Penebus Yogyakarta bersama sahabat Redemptoris turut hadir membantu dalam aksi solidaritas bencana alam NTT. Aksi ini dilakukan sebagai ungkapan perhatian para frater dan sahabat Redemptoris untuk meringankan beban penderitaan saudara-saudari di NTT.

    Donasi dibagi dalam tiga gelombang. Gelombang pertama ini akan dikhususkan bagi saudara-saudari di Desa Nele, Lamadiken, Adonara, Nusa Tenggara Timur. Gelombang berikut akan dikirim untuk para saudara-saudari di Ile Ape, Lembata dan Sumba Timur. Dalam proses pengiriman donasi, para frater juga bekerja sama dengan para mahasiswa dan senior yang tergabung dalam Posko Penggalangan Dana untuk NTT di Yogyakarta.

    Terima kasih kepada para frater yang telah memberikan tenaga dan waktu juga mendonasikan uang saku pada bulan Mei dan Juni untuk para korban bencana di Lembata dan Adonara. Terima kasih juga untuk para sahabat Redemptoris yang telah berpartisipasi, para mahasiswa Adonara-Yogyakarta yang telah memfasilitasi proses pengiriman donasi ini. Tuhan selalu memberkati semua usaha baikmu dan semoga donasi ini membantu meringankan beban saudara-saudari kita.

    Kontributor: Fr. Anchys Lado, CSsR

    Gerak Cepat Para Redemptoris Membantu Korban Badai Seroja di Sumba Timur

    0

    Badai Siklon Seroja yang menghantam Sumba Timur Sejak Minggu, 4 April 2021 menyebabkan meluapnya sungai Kambaniru. Masyarakat yang berdomisili di kelurahan Lambanapu dan Kabambaniru terpaksa harus mengungsi di rumah-rumah warga dan posko-posko pengungsian yang disiapkan pemerintah. Selain itu, Siklon Seroja juga menyebabkan banyak banyak rumah warga yang rusak parah akibat dihantam badai.

    Atas peristiwa ini, berbagai aksi solidaritas untuk meringankan beban para korban bencana alam di Sumba Timur mulai digalang. Salah satunya adalah gerak cepat dari Para Redemptoris Indonesia. Di Paroki Sang Penebus Wara, Waingapu. Ptr, Lino Maran, CSsR dan Ptr. Rafi Uran, CSsR mengkoordinir Orang Muda Katolik (OMK) dan Ibu-ibu Paroki untuk mendirikan dapur umum yang menyiapakan makanan bagi para korban bencana banjir.

    Hal yang sama juga dilakukan oleh Ptr. Meus Kelen, CSsR, Ptr. Marsel Lede, CSsR dan Ptr. Amor, CSsR di Paroki Elopada. Bersama Orang Muda Katolik (OMK) Paroki St. Miakel, mereka mengumpulkan dan megemas bantuan berupa pakaian layak pakai dan bahan makanan dari para donatur yang akan disalurkan ke warga di wilayah Paroki St. Andreas Ngallu tempat yang juga terkena bencana Siklon Seroja.

    Sedangkan dari Padadita, Br Ari, CSsR dan Ptr. Mans Wenge, CSsR dan Ptr. Dandy, CSsR sedang menggalang bantuan dari para donatur  untuk membantu  warga yang rumahnya rusak akibat terjangan Siklon Tropis Seroja.

    Paroki Sang Penebus Wara-Waingapu Open Donation

    0

    Sejak Minggu, 4 April dini hari, banjir akibat hujan dengan intensitas tinggi selama beberapa hari menerjang dan menggenangi sejumlah wilayah di Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Akibatnya, bendungan Kambaniru yang membendung sungai terbesar di Pulau Sumba patah. Hingga Jembatan Kamalapau di Kecamatan Kahaungu Eti, hanyut terbawa banjir bandang.

    Dari data yang ada, Kelurahan Kambaniru, Maulumbi, Mauliru dan Lambanapu di Kecamatan Kambera menjadi lokasi yang paling terdampak genangan banjir. Sementara itu, Kelurahan Kawangu dan Desa Kambatatana di Kecamatan Pandawai juga alami kondisi serupa. Atas peristiwa tersebut, sejumlah akses jalan terputus dan warga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih tinggi.

    Atas peristiwa ini, berbagai aksi solidaritas untuk meringankan beban para korban bencana alam di Sumba Timur mulai digalang. Salah satunya yakni aksi yang digelar Paroki Sang Penebus Waingapu. Selain berupa dana, Paroki Sang Penebus membutuh donasi berupa: sembako, pakaian layak pakai, air mineral, selimut dan terpal. Donasi yang masuk akan langsung disalurkan kepada korban banjir di Posko Pastoran Paroki Sang Penebus Wara-Waingapu.  

    Narahubung:

    Ptr. Lino, CSsR   : 081328128180

    Ptr. Rafi, CSsR    : 082145112407

    Ety                          : 081238285678

    Indri                       : 082236467076

    Salam Solidaritas

    KUASA KEBANGKITAN

    0
    Sumber foto: https://groundworkonline.com/

    Setetes embun oleh: Ptr. Kimy Ndelo, CSsR

    Nikolai Ivanovich Bukharin adalah seorang tokoh komunis Rusia yang paling terkenal dan berkuasa. Dia ikut memimpin revolusi Bolshevik pada tahun 1917. Revolusi itulah yang menegaskan Uni Sovyet sebagai negara komunis. Dia juga memimpin majalah Pravda, corong propaganda partai komunis. Dia anggota politbiro.

    Tahun 1930 dia berangkat dari Moskow menuju Kiev, Ukraina, untuk konsolidasi partai komunis. Dalam rapat raksasa dia mulai berbicara tentang Ateisme dan menghina agama Kristen. Setelah selesai segala macam argumentasi dan caci makinya, dia memberi kesempatan pendengar untuk menyanggah argumennya. Lama tak ada respon. Tiba-tiba seorang pria maju ke podium, mengambil mic dan berteriak: YESUS BANGKIT !!! Spontan seluruh peserta pun berseru bersama-sama: YA, YESUS BANGKIT. YESUS BANGKIT !! Seruan itu bergema tak henti-hentinya seperti menghipnotis seluruh peserta rapat.

    Diam-diam Nikolai pun pergi meninggalkan rapat secara. Dia baru sadar bahwa iman akan Yesus yang bangkit begitu real dan hidup dalam diri orang-orang Katolik Ortodox yang telah lama dikenalnya.

    N. T. Wrigth, seorang ahli Kitab Suci Psrjanjian Baru sekaligus Uskup Anglikan mengatakan, jika Kristus tidak dibangkitkan maka Agama Kristen tidak akan pernah bertahan hidup sebagai gerakan Mesianis. Satu-satunya alasan bagi orang Yahudi untuk TIDAK PERCAYA kebangkitan Yesus adalah bahwa Dia mati di tangan orang Yahudi.

    Tetapi satu-satunya alasan mengapa Agama Kristen bertahan adalah bahwa Dia yang disalibkan dan mati serta dimakamkan, SUNGUH-SUNGGUH HIDUP. Kenyataan bahwa kekristen bisa hidup terus sampai saat ini menjadi bukti kebangkitan Kristus. Bahwa kita yang percaya terus ada sampai sekarang menjadi penegasan bahwa Kristus hidup.

    Dalam hidup nyata kita, Paskah berarti mengalami kuasa Yesus yang mengubah sebuah tragedi besar dalam hidup kita menjadi awal baru penuh kemuliaan.

    Kita bisa melihat hal ini dalam diri para rasul. Sebelum tragedi Jumat Agung, Yesus adalah seorang memberi makna pada hidup mereka. Para rasul telah mempercayakan hidup mereka kepada Yesus. Mereka meletakkan mimpi-mimpi mereka pada Yesus. Mereka menggantungkan seluruh harapan mereka pada Yesus.

    Kemudian datanglah Jumat Agung. Semua keyakinan, semua mimpi, semua harapan hancur berkeping-keping. Dengan satu tusukan tombak serdadu Romawi, semua keyakinan, mimpi dan harapan, mati bersama Yesus di atas salib. Dengan satu tusukan tombak serdadu Romawi seluruh hidup mereka mati di salib bersama Yesus.

    Ketika matahari tenggelam pada Jumat Agung, mereka juga bagaikan ikut dimakamkan bersama Yesus. Semua punah, musnah, habis.

    Kemudian terjadilah!! Ketika matahari terbit di Minggu Paskah, Yesus bangkit dan nampak kepada murid-murid-Nya. Dia lebih bersinar dan lebih hidup daripada yang pernah mereka lihat. Dan sejak saat itu, KUASA KEBANGKITAN bekerja dalam diri para murid-Nya.

    Para wanita yang kebingungan, para rasul yang awalnya ragu namun makin lama makin yakin sampai akhirnya seluruh hidup mereka diabdikan untuk mewartakan kenyataan ini. Mereka bertransformasi dari orang-orang yang putus asa menjadi misionaris-misionaris yang tangguh.

    Rasul Paulus yang awalnya begitu anti dengan ajaran dan para murid Yesus, bertobat menjadi Rasul yang tak tertandingi. Tak terhitung para murid dari jaman ke jaman yang mengabdikan jiwa dan raganya untuk Kristus yang bangkit.

    Dimana pun mereka mewartakan kabar gembira ini, kuasa Paskah mulai bekerja dalam diri orang-orang yang mendengar pewartaan mereka seperti dalam hidup mereka sendiri. Kuasa Paskah menjadi mukjizat yang terus hidup sampai saat ini.

    Santo Patrik, Rasul Irlandia mengatakan: “Kristus di depanku, Kristus di sampingku, Kristus di dalam diriku, tak terpisahkan”. Kita mempunyai jauh lebih banyak alasan untuk percaya daripada sebaliknya.

    “Berbahagialah mereka yang tidak melihat namun PERCAYA”, demikian kata-kata Yesus.

    SELAMAT PASKAH, SAUDARA-SAUDARIKU
    DALAM KEBANGKITAN.