Sabtu, Februari 27, 2021
More

    Kapela kami terlalu kecil untuk dijadikan tempat jalan salib anggota komunitas kami. Setiap hari kalau misa hanya bisa duduk di kursi saja. Kapela kami berukuran dua setengah kali lima setengah meter. Rencana mau bangun kapela baru.. baru dibawa dalam dalam doa. Jika Tuhan berkenan pasti Dia akan menyediakan. Tuhan engkau baik.

    Hari ini adalah hari pertama jalan salib. Kami memilih untuk menelusuri gang-gang rumah kami yang sepi. Gambar perhentian pun tidak ada, tetapi salib ya.. ada. Salib romawi itu kami bawa keliling dari pintu-ke pintu setiap kamar kami, entah penghuninya ada atau tidak ada. Terus terang hari ini kami merasa lain. Baru kali ini kami jalan salib dari pintu ke pintu. Ah jadi ingat lagunya bung Ebiet G Ade. Lagu favoritenya almarhum Pater Efrem Zuba. Beristirahatlah dalam damai anghua.

    Di jalan salib ini bukan hanya kami sendiri yang berprosesi di lorong-lorong rumah kami. Semesta juga ikut. Pohon-pohon sekitar rumah kami juga turut serta. Penghuni lain pun ikut serta. Anjing-najing kami: Mogi, paris, ronda, hector, belo dan misyu tidak ketinggalan. Di antara mereka hanya Paris yang tidak tenang. Yang lain ikut dengan khusuk.

    Ya… mari kita tetap perhatikan aspek doa dari masa prapaskah kita ini. Tentu jangan lupa untuk Puasa dan beramal. Ah Tuhan kami rindu punya kapela yang baik…. Tapi terserah Engkau saja. Satu waktu pasti Engkau akan memberinya.. kami akan selalu berbicara dengan dikau.. apapun situasi kami.